Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Level9

Apa Itu Berpikir Kreatif?

Menjalani tantangan level 9 kelas bunsay tentang #thinkcreative telah memberikan sebuah pembelajaran penting bagi saya pribadi. Hal yang paling utama dirasakan adalah kini saya sudah tidak memberikan stigma negatif terhadap diri saya pribadi dengan kata "orang yang gak kreatif". Perlahan perubahan sudut pandang itu telah membukakan pintu gerbang bagi saya pribadi untuk menelusuri makna kreatif itu sendiri. Tujuh belas hari menuliskan pengalaman memaknai tentang #thinkcreative secara tidak langsung telah menstimulasi saya pribadi untuk belajar menjadi orang yang kreatif, yaitu mau berusaha untuk menemukan solusi dari setiap permasalahan yang saya temukan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan justru merasa menyerah dan buntu jika dirasa berbagai cara yang dilakukan tidak berhasil memberikan sebuah perubahan. Sudut pandang tentang berpikir kreatif setidaknya membuat saya lebih bahagia. Ya, bahagia untuk lebih percaya diri dan mau mengapresiasi sekecil apapun ide yang muncul dalam...

Ketika Bosan Melanda

Salah satu tantangan keseharian yang saya hadapi dalam membersamai Sabrina yaitu bagaimana supaya saya dapat memfasilitasi aktivotas positif ketika Sabrina sudah bosan. Nah, hal "sepele" seperti ini secara tidak langsung membuat saya harus berpikir lebih kreatif dalam menemukan ide permainan yang bisa membuat Sabrina kembali bersemangat. Saya pernah mencoba beberapa stimulasi yang sepertinya menarik untuk dilakukan. Namun, ternyata tantangan lain muncul, yaitu aktivitas bermain yang kita persiapkan kurang dilirik anak. Tak jarang perasaan kecewa melanda, hehee...Akhirnya setelah mengamati lebih detail, saya mendapatkan gambaran bahwa sesuatu yang bisa membuat Sabrina tertarik yaitu aktivitas di alam atau outdoor dan berbagai aktivitas baru yang belum pernah dilakukannya. Pasti hal itu bisa membuatnya "kepo", hingga akhirnya mau mencoba, dan akhirnya bisa anteng bermain. Faktor lain yang saya pelajari tentang apa yang membuat Sabrina bosan yaitu tidak ada teman b...

Hidup Tanpa Mainan

Dunia anak itu identik dengan bermain kan? Sebuah pertanyaan retoris yang sebenarnya mayoritas para ibu juga memahaminya. Seorang ibu yang berjibaku dengan keseharian yang hampir 24 jam mendampingi anak-anaknya tentu akan menyadari bahwa dunia anak tidak bisa dilepaskan dari bermain. Namun, apakah bermain itu selalu identik dengan mainan? Awalnya ketika saya masih menjadi seorang ibu baru alias newbie, idealisme menjalani peran sebagai seorang ibu masih tinggi. Namun, bukan berarti saat ini tak memiliki idealisme juga, hehee...Namun, saat itu sudut pandang saya akan dunia ibu masihlah begitu kaku, berpikir bahwa semua teori parenting di buku, semua manual book tentang tumbuh kembang anak, pun seputar makanan sehat dan sejenisnya akan sesuai dengan realita. Ternyata tantangan dalam membersamai si kecil justru yang mengajarkan saya untuk memahami tentang dunia anak itu sendiri, dari pengalaman keseharian kami. Maka, hal-hal sederhana seringkali saya tuliskan sebagai jurnal pembelajaran...

Mencoba Suasana Baru

Sejak memulai tantangan level ini, saya sudah bergumam dalam hati. "Aaah..kayaknya susah ya buat jadi ibu yang kreatif!". Apalagi ditambah udah duluan melabeli sebagai ibu yang kurang kreatif. Alhasil udah negative thinking duluan, kan kacau 😂. Tapi, alhamdulillah, dengan dijalani, akhirnya sedikit demi sedikit saya menemukan benang merah tentang sebuah kreativitas. Dengan pengalaman hidup sebelumnya yang rasanya kurang banyak menemukan tantangan, seringkali saya sering mentok untuk menemukan solusi dari permasalahan keseharian yang di luar prediksi. Ya, karena hidup saya sebelumnya selalu terencana, berusaha sistematis, tertulis. Maka, ketika ada hal yang di luar prediksi, bisa "bubar jalan" semua rencana yang sudah disusun. Tak lupa muncul kepanikan dan merasa buntu untuk menemukan solusi. Nah, akhirnya dari hal itu saya jadi banyak belajar juga setidaknya untuk tidak menjadi orang yang terlalu "kaku", hehee... Tantangan kali ini memberikan peng...

Ketika Aku Menjadi "Sutradara"

Siang ini di kala cuaca panas dan mata emaknya udah kreyep-kreyep. Ternyata tidur siang yang lelap kini hanya jadi angan-angan saja, hehee..Ya, seperti biasa, di usia tiga tahunan ternyata anak balita kita sudah semakin aktif. Kalau biasanya emaknya mengeluarkan jurus "memaksa" tidur dengan bercerita, dsb. Namun, kini resep itu sudah kurang manjur, wkwkwk..Alasannya karena anak balita ini lagi seneng sekali main bersama saudaranya. Setelah rumah neneknya tampak seperti kapal pecah, dengan posisi kursi yang tidak pada tempatnya, boneka yang berserakan, serta biskuit yang berceceran. Kini saat sepupunya sudah pulang, Sabrina pindah "lapak" untuk bereksplorasi, yaitu kamar tidur. Awalnya anaknya bilang mau tidur siang, tapi kenyataannya tidaklah demikian. Setelah meminta dibacakan satu buku cerita, nampaknya belum ada tanda-tanda ngantuk. Yang ada adalah emaknya udah lima watt. Apa yang dibaca juga udah gak sesuai dengan teks. Kreativitas anaklah yang membuat emakn...

Berimajinasi dengan Lego

Selama liburan di rumah nenek, Sabrina hanya membawa buku, boneka tangan dan lego. Ya, tiga benda ini memang yang paling sering Sabrina eksplorasi. Lego yang kami bawa pun hanya beberapa saja, karena saya pikir di rumah neneknya Sabrina akan lebih banyak bermain di luar rumah ataupun bermain bersama saudara sepupunya yang kebetulan hampir sebaya. Nah, ternyata dugaan saya benar. Selama liburan Sabrina lebih banyak melakukan aktivitas bereksplorasi tanpa mainannya. Sejak di rumah nenek, Sabrina tidak pernah tidur siang lagi. Hampir seharian aktivitasnya adalah bermain. Nah, di saat sepupunya pulang, biasanya Sabrina bermain sendiri. Di sinilah waktu baginya untuk bereksplorasi kembalu entah dengan barang mainannya ataupun barang lain yang ada di rumah nenek. Entah itu bermain peran dengan menggunakan kerudung milik neneknya saat berperan jadi ibu-ibu. Terkadang menemani kakek dan neneknya berjemur sambil bernyanyi dan bercerita. Nah, kalau sudah bosan, maka lego, boneka, dan buku menj...

Mengarang Lagu

Satu hal sederhana yang selalu menjadi penyejuk mata seorang ibu adalah saat melihat anaknya tersenyum penuh bahagia. Ya, hal sederhana yang bisa menjadi penyemangat dan obat dikala lelah dengan segala aktivitas yang ada. Lihat anak tertawa riang gembira dengan mata berbinar selalu membuat hati ini "nyessss", merasa tenang seolah melupakan semua masalah yang ada. Kenapa mungkin seorang anak bisa menjadi penyejuk mata bagi para orangtua. Bagi saya pribadi, energi positif atau negatif dari lingkungan sekitar sangat mempengaruhi "mood" keseharian. Misalnya saja kalau anak rewel, pasti ibunya juga jadi ikutan "rewel" gak karuan. Begitupun sebaliknya, kalau lihat anak anteng bermain, kooperatif, riang gembira tanpa tangisan penuh drama, emaknya juga ikutan senang. Padahal kerjaan rumah juga numpuk. Tapi rasanya lebih punya energi dan semangat jika "mood" sedang baik. Hari ini saya mendapat "mood booster" saat membersamai Sabrina bermain....

Berkreasi dengan "Aci"

Selama beberapa hari terakhir alhamdulillah di rumah orangtua kumpul beberapa anak dan cucu. Tentu selain untuk bersilaturahmi juga menjadi momen untuk berkumpul bersama di tengah liburan akhir pekan yang lumayan agak lama. Maklum karena tanggal merah hari jumat, biasanya yang masuk kerja atau sekolah hari sabtu juga banyak yang ikutan libur. Nah, momen yang selalu dinanti saat kumpul keluarga salah satunya adalah momen makan bersama, apalagi jika makanan itu adalah makanan tradisional atau makanan khas daerah yang mungkin jarang kita temukan saat kita pergi merantau di ibukota ataupun daerah lainnya. Alhamdulillah, momen liburan kali ini juga bisa menjadi kesempatan bagi keluarga kami untuk berkreasi dan berimajinasi, menemukan dan menikmati berbagai pengalaman baru. Salah satunya yaitu berkreasi untuk membuat makanan ala orang Bandung, kampung halaman kami. Nah, mayoritas orang juga sering mendengar kalau Bandung adalah salah satu kota dengan ikon "surga makanan", karena ...

Yuk Bermain Layangan!

Kalau kita bernostalgia tentang masa kecil, kira-kira permainan apa yang paling menyenangkan? yang paling bikin kita ketagihan dan bahkan bisa bikin kita lupa waktu? Wah pasti variatif banget ya jawabannya. Nah, pertanyaan retoris itu tiba-tiba mengingatkan saya akan masa kecil saya dulu. Seperti yang sering saya tuliskan pada beberapa cuplikan kisah masa kecil saya, ternyata masa kecil saya adalah masa kecil yang bahagia yang penuh dengan kenangan indah. Bisa dibilang masa kecil adalah masa di mana saya belajar untuk mengenal diri saya sendiri, tentang potensi, tentang cita-cita, percaya diri, termasuk tentang pertemanan dan keluarga. Aktivitas membersamai Sabrina bermain setiap harinya, tanpa sadar membuat saya kembali menelusuri jejak masa lalu saya dulu. Tanpa sadar Allah memberikan pembelajaran bagi saya untuk memahami tentang dunia anak. Ya, dunia anak yang sangat identik dengan imajinasi dan eksplorasi. Tangan mungil Sabrina saat "ngoprek" sesuatu, langkah kaki y...

Yuk Ngerujak!

Libur di akhir pekan ini terasa begitu spesial, karena saya merasa bernostalgia ke beberapa tahun yang lalu. Sebuah memori sederhana yang selalu membuat saya bahagia dan kangen dengan momen seperti ini. Aktivitas apakah itu? Bukan rekreasi ke tempat wisata, bukan pula pergi ke tempat bermain, bukan pula momen ulang tahun. Saya hanya bernostalgia dengan kegiatan sederhana, yaitu ngerujak bersama keluarga. Momennya begitu tambah spesial, karena saya yang sedang hamil muda bisa dibilang sedang "ngidam" pengen rujak, wkwkwk...ditambah lagi makin spesial karena Bapak adalah orang yang membeli semua bahan hingga membuat racikan dan mengulek bumbu. Lalu saya bagian apa? saya hanya bertugas untuk mengupas buah, mencuci, memotong dan tentunya menikmatinya 😁 Hikmah yang ingin saya tuliskan sebenarnya bukanlah semata-mata tentang aktivitas ngerujak. Namun tentang sebuah kebersamaan yang begitu "mahal" harganya di tengah keluarga. Selain itu, hal ini memberikan banyak pemb...

Bermain Peran

Salah satu aktivitas yang selalu membuat Sabrina berbinar adalah bermain peran. Kegiatan ini bisa dibilang adalah kegiatan yang tidak pernah membuat Sabrina bosan. Justru kegiatan ini selalu membuatnya anteng bermain sendiri. Pasti setiap kerabat dekat saya yang melihatnya akan tertawa sambil berujar "mirip banget bundanya waktu kecil!" 😂. Ya, aktivitas ini adalah sesuatu yang bisa dibilang hobby saya sejak kecil, sampai saya mendapat julukan "Neng Gembol", alias anak perempuan yang suka ngambil barang kesana kemari, alias bereksplorasi dengan semua barang di rumah. Khususnya adalah pakaian dan sejenisnya. Entah itu untuk dipakai sendiri, dipakaikan ke boneka, dilipat, dsb.  Kapan aktivitas ini dilakukan? Sabrina melakukannya kapan saja, sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Yang jelas, setiap dirinya merasa bosan dengan permainan lain, maka bermain peran ini selalu menjadi pilihan. Entah saat di dapur dengan berperan sebagai koki yang menggunakan segala p...

Ketika Aku Menjadi Anak Kampung

Setiap fase kehidupan ternyata memang menyimpan banyak hikmah pembelajaran. Baik dalam kondisi senang maupun sedih. Salah satu hal yang menuntut kreativitas kita adalah ketika kita "dituntut" untuk bisa keluar dari zona nyaman. Entah karena faktor internal maupun eksternal. Tentu ketika kita berusaha keluar dari zona nyaman, terkadang ada perasaan yang tidak biasa. Hal itu sangatlah wajar, namanya juga keluar dari zona nyaman, pasti ada rasa ketidaknyamanan. Apalagi dalam hal membentuk kebiasaan baru, rutinitas baru, lingkungan baru, dll. Hal yang pertama harus dilakukan yaitu mampu beradaptasi. Salah satu aspek yang menjadi PR untuk saya pribadi yaitu sulit beradaptasi dengan lingkungan baru. Tapi, ketika saya sudah menemukan titik "nyaman", maka saya akan begitu menikmati dengan lingkungan dan rutinitas baru tersebut. Soal waktu? sangat relatif. Ya, setiap orang pasti memiliki waktu yang bervariasi untuk menemukan titik ternyamannya, begitupun bagi seor...

Becak Imanjinasiku

Enam hari kembali membersamai dengan lebih dekat keseharian Sabrina, kemudian mencatatnya ternyata memberikan efek positif untuk saya pribadi. Setidaknya hal ini membuat saya lebih banyak bersyukur dan membuka pikiran saya dengan sudut pandang yang baru akan banyak hal. Ya, dalam sebuah kreativitas, upaya untuk menggeser sebuah sudut pandang menjadi suatu hal yang perlu dilakukan. Tentu bagi saya pribadi, ini bukan tentang sebuah filosofi atau value yang sifatnya tetap. Namun, lebih kepada hal-hal yang bersifat teknis dan praktis dalam kehidupan kita. Misalnya saja menggeser sebuah sudut pandang baru bahwa roti itu tidak harus dimakan dengan susu, namun bisa dengan selai, keju, coklat, daging, telur, bahkan tempe, dsb. Sebuah hal yang seringkali kita anggap "sepele", kini nampak menjadi sesuatu hal yang "istimewa" jika kita mampu melihat ini sebagai sebuah kreativitas. Setidaknya kalau bagi saya pribadi, dengan membersamai anak kemudian menuliskan sebuah jurnal...

Ketika Aku Menjadi Seorang Koki

Alhamdulillah sebulan terakhir sejak tinggal sementara di rumah nenek, Sabrina terlihat begitu gembira. Matanya seringkali berbinar, canda tawa penuh kegembiraan, serta semangat tiada henti. Bahkan ketika dalam kondisi badan kurang sehat. Salah satu penyebabnya adalah suasana dan lingkungan baru. Ya, alhamdulillah, banyak hikmah tinggal di perkampungan dan dekat dengan keluarga. Udara yang relatif masih sejuk, halaman rumah yang masih luas, dan suara burung yang masih terdengar jelas sehari-hari. Ternyata hal itu bisa membuat Sabrina nyaman dan selalu semangat. Saya sebagai emaknya jadi menulis sebuah catatan tentang pentingnya variasi dalam aktivitas anak, sosialisasi, dan alam terbuka. Mungkin itu PR bagi emaknya yang seringkali saat di rumah masih berkutat dengan urusan dapur. Alhasil kurang menikmati dalam membersamai anak. Karena yang sering diingat adalah kerjaan rumah yang gak kelar-kelar 😂. Saya jadi malu sendiri sih, saat ingat masih sering nyuruh anak tidur siang gara...

"Playground" Imajinasiku

Pengalaman menjadi seorang ibu memang selalu dipenuhi dengan tantangan yang "menuntut" kita untuk lebih kreatif dalam menemukan solusi. Hal tersebut jadi PR utama bagi saya pribadi sebagai seorang ibu yang memang sebelumnya sulit keluar dari zona nyaman, dari rutinitas, dan serangkaian aktivitas yang prosedural. Maka, dikala tantangan yang dihadapi dalam keseharian, khususnya dalam membersamai buah hati seringkali tidak sama seperti teori, maka biasanya saya merasa super bingung untuk menemukan solusi, bahkan untuk hal-hal yang mungkin sangat "sepele", misal masalah mengatasi anak yang sulit makan, anak yang sering tantrum, dll. Tantangan level ini memberikan banyak pencerahan, minimal untuk menggeser sebuah sudut pandang dalam melihat masalah. Mengatasi tantangan menjadi sesuatu yang memotivasi untuk menghasilkan ide bukan sebaliknya, sesuatu yang menekan dan membuat lemah. Setidaknya sebagai emak-emak "muda", saya yang awalnya begitu kaku dalam memb...

Kereta Api Imajinasiku

Baru tiga hari terakhir saya mencoba kembali membersamai dan mencatat lebih dekat tentang aha momen Sabrina dalam keseharian kami. Namun, ternyata begitu banyak hikmah yang membuat saya bersyukur, khususnya tentang fitrah anak yang terkadang luput dari perhatian kita. Beruntung sekali sejak mengikuti kelas Bunsay dan mengerjakan tantangan. Secara tidak langsung itu memotivasi saya pribadi untuk konsisten menuliskan keseharian kami. Memang terlihat "sepele", tapi saat dibaca kembali kemudian direnungkan. Betapa hal "sepele" itu bisa menjadi puzzle bagaimana kita memahami potensi anak. Alhamdulillah semakin semangat juga karena baru mendapat materi kulwap tentang menyusun portofolio anak. Moga ilmunya gak sekedar "lewat" saja, tapi bisa diaplikasikan dalam keseharian, hehee.. Siang ini saya kembali tergelitik menyaksikan "hal sepele" yang sedang dilakukan Sabrina. Ya, gadis kecil ini tidak sedang membuat sebuah prakarya yang "hebat"...

Setrika Imajinasiku

Sebagai seorang ibu yang mendampingi tumbuh kembang seorang anak balita, saya seringkali menemukan aha momen dalam keseharian kami. Ya, suatu kejadian spontan yang terkadang membuat saya tergelitik, tertaws terbahak-bahak, hingga geleng-geleng kepala. Dengan mengamati hal-halbyang seringkali kita anggap "sepele" justru akhirnya saya banyak belajar dari seorang anak kecil, salah satunya tentang bagaimana mereka memiliki daya kreativitas yang tinggi. Ya, seorang anak kecil dengan fitrahnya yang selalu bereksplorasi, tidak takut mencoba hal-hal yang baru, serta memiliki daya imajinasi yang tinggi. Nah, kita sebagai orangtua seringkali menganggap "aneh" apa yang menjadi kreativitas anak-anak tersebut. Padahal dari proses itulah justru akan terjaga bagaimana anak-anak memiliki kreativitas masing-masing untuk menghasilkan sebuah karya. Siang hari ini seperti biasa mata emaknya sudah 5 watt, sedangkan sang anak balita nampaknya masih aktif saja bermain melompat kesana...

Yuk Kita Mulai Rutinitas Baru!

Tak terasa kelas bunsay sudah sampai ke tantangan level 9. Setelah beberapa minggu liburan cawu 2, dan frekuensi menulis yang menurun, saya jadi agak khawatir untuk memulai tantangan kali ini. Ya, khawatir bisa konsisten apa tidak ya? Apalagi tantangannya wow banget buat emak-emak seperti saya, yang dahulu sering melabeli diri dengan kata-kata "gak kreatif", gara-gara merasa gak punya bakat seni, bikin prakarya, dan sejenisnya. Alhamdulillah setelah mendapatkan materi lewat diskusi seru bersama fasil (meskipun gak bisa ikutan langsung diskusinya), setidaknya akhirnya saya bisa mendapat "insight" baru tentang apa itu kreatif dan kreativitas. Ternyata persepsi kalau kreatif itu semata hanya dimiliki oleh orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi yang memiliki daya imajinasi yang tinggi tidaklah sepenuhnya benar. Kita para emak-emak yang kesehariannya berkutat dengan urusan domestik pun justru tanpa sadar telah menstimulasi diri untuk menjadi manusia yang kreatif, ya...