Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Level 10

Mendongeng dan Sebuah Kebersamaan

Alhamdulillah tantangan level 10 berhasil dilewati dengan penuh kegembiraan dan tanpa "beban", hehee..Ya, melakukan sesuatu yang menjadi passion kita memang selalu terasa ringan dan menyenangkan. Apalagi saya dan Sabrina memiliki kecenderungan yang sama yaitu senang bercerita dan mendengarkan cerita. Alhasil tantangan kali ini adalah tantangan yang membuat kami berdua berbinar-binar. Mendongeng bisa dibilang adalah aktivitas yang sudah menjadi rutinitas harian kami. Nah, apa yang menjadi pembelajaran bagi saya pribadi di tantangan kali ini? Ternyata, meskipun sudah menjadi rutinitas, justru banyak hal yang belum saya tahu tentang teori mendongeng itu sendiri. Sejak kecil saya hanya menjadi penikmat saja dalam mendongeng. Karena saya merasakan manfaatnya maka saya bisa menikmati aktivitas ini hingga kini. Sebagai seorang ibu khususnya, saya pribadi jadi termotivasi untuk mengupgrade diri mendalami lebih dalam tentang mendongeng, khususnya tentang teknik mendongeng, manfaa...

Yuk Kita Mendongeng Setiap Hari!

Menceritakan pengalaman mendongeng bagi saya selalu menyenangkan. Karena memang selalu banyak hal baru yang didapat. Khususnya pembelajaran saya sebagai seorang ibu untuk lebih memahami Sabrina. Apalagi mendongeng adalah salah satu aktivitas yang sejauh saya amati mampu membuat Sabrina berbinar. Ketika lelah dan kantuk melanda, melihat binar mata Sabrina dan tawanya yang "renyah" membuat saya berusaha tetap membersamai Sabrina dalam mendongeng. Meskipun ya terkadang butuh "kompromi" 😂. Akhir-akhir ini Sabrina sedang dalam fase "ketagihan" mendongeng. Hal itu membuat saya sedikit kewalahan. Apalagi jika permintaan itu muncul saat saya sedang melakukan aktivitas yang lain. Nah, yang paling menantang adalah saat saya harus mengusir rasa kantuk dan lelah sekedar untuk bercerita. Tujuh belas hari menuliskan proses mendongeng membuat saya semakin menikmati aktivitas itu. Karena tanpa sadar, meskipun muncul kondisi lelah tadi, namun secara jujur mendongeng s...

Spontanitas dalam Mendongeng

Menuliskan proses membersamai Sabrina setiap hari tanpa sadar membuat saya banyak belajar. Dari kegiatan harian yang hampir 24 jam kami lakukan bersama ternyata jika dituliskan selalu saja ada hikmah yang bisa diambil bagi saya pribadi. Jurnal perjalanan kami setiap hari seolah menjadi jurnal pembelajaran kami. Aktivitas harian kami mayoritas dilakukan di rumah. Mungkin sekilas jika dibuat rincian kegiatan, betapa aktivitas kami begitu "monoton", terlihat seperti aktivitas yang membosankan. Melakukan suatu rutinitas yang sama. Memang benar, di suatu fase terkadang saya pun merasakan hal ini. Rasanya tidak ada sesuatu yang "menantang" ataupun hal-hal baru yang dilakukan. Namun, ketika saya mau sedikit berpandangan jernih dan berpikiran positif, ternyata dari satu kegiatan yang sama bisa menghasilkan banyak hikmah yang tiada tara. Hari ini kegiatan mendongeng bersama Sabrina seperti biasa tidak dijadwalkan secara kaku. Jujur saya lebih menikmati aktivitas "fo...

Mendongeng dengan Media Buku

Ada satu hal menarik yang mungkin perlu saya tuliskan dalam catatan pembelajaran Sabrina, yaitu tentang proses bagaimana Sabrina "berkenalan" dengan buku, berimajasi dengan buku, hingga akhirnya ketagihan dengan buku. Seperti yang sudah saya tulisakan sebelumnya, buku merupakan salah satu media yang pertama kali membantu saya untuk mendongeng kepada Sabrina. Proses itu dimulai secara intens saat usia Sabrina menjelang dua tahun. Awalnya seperti anak balita lainnya, mungkin buku hanya sekedar dibolak balik, meskipun di usia segitu seingat saya Sabrina sudah tidak merobek buku. Rentang konsentrasi Sabrina saat itu pun masih belum bisa terlalu lama menyimak. Terkadang banyak hal yang bisa membuat Sabrina teralihkan dari aktivitas membaca dan mendongeng. Lama kelamaan karena rutin dilakukan, seolah secara spontan sebelum tidur Sabrina meminta saya untuk membaca buku dan bercerita. Buku pun mulai berserakan di mana saja. Sabrina mulai tau buku yang dia sukai. Seringkali ingin ...

Ketika Anak Ketagihan Mendongeng

Tak terasa sudah dua minggu kami menjalani tantangan level 10. Banyak pembelajaran yang kami dapatkan. Namun, satu hal yang paling berharga di tantangan kali ini adalah ketika saya melihat binar mata Sabrina yang tak pernah pudar. Ya, Sabrina sedari awal masa tumbuh kembangnya memang sangat senang dengan aktivitas mendongeng. Saya jadi teringat dengan momen di saat Sabrina masih berumur sekitar satu tahun, Sabrina sudah tertarik untuk membuka tutup buku. Seolah Sabrina merasakan kenyamanan ketika saya membacakan cerita. Maka, bisa dibilang Sabrina memang bisa cukup lama berkonsentrasi dan akan "anteng" jika mendengarkan cerita. Alhamdulillah di usianya yang baru 3.5 tahun, Sabrina mau memilih sendiri buku yang ingin diceritakan. Bahkan kini, berbagai jenis mainan yang dia miliki bisa menjadi sumber imajinasi bagi Sabrina untuk mendongeng alias berceloteh khas anak balita. Tentu dengan alur cerita yang belum tertata. Namun, sekali lagi yang paling utama adalah ketika melih...

Mendongeng tentang Jari

Aktivitas mendongeng yang kami lakukan bersama alhamdulillah membuat kami bahagia. Ya, sesederhana kami bisa tertawa bersama sambil menikmati kebersamaan. Mungkin momen seperti ini yang akan membuat saya merasa kangen suatu hari nanti. Terkadang tanpa sadar Sabrina sudah menjadi "sahabat" yang bisa membuat saya kembali bersemangat saat badan merasa lemah. Celotehnya dan kepolosan imajinasinya yang selalu bisa mencairkan suasana. Membuat pikiran yang sedang "mumet" pun tiba-tiba terasa lebih ringan. Alhamdulillah kini Sabrina sudah bisa menjadi teman "ngobrol" yang asyik. Tentu ngobrol dengan anak balita bukan tentang curhat rumah tangga, wkwkwk..tapi, celoteh dan pertanyaan serta jawaban spontannya yang selalu berhasil membuat saya tergelitik hingga tertawa renyah penuh dengan kebahagiaan. Sore ini kami makan bersama. Tiba-tiba dari mulut mungilnya terdengar irama dengan lirik lagu hasil imajinasinya. Ya, Sabrina tiba-tiba bernyanyi tentang jari. Tentu...

Mempelajari Al-Qur'an melalui Kisah

Aktivitas kami dalam mendongeng kepada Sabrina tidak dibatasi hanya dengan mendongeng sesuatu yang bersifat fiktif, semisal fabel dan sejenisnya. Sejauh ini kami menyediakan berbagai jenis genre buku anak untuk Sabrina, tentu dengan proses seleksi, yaitu apakah bacaan dalam buku tersebut sesuai dengan "value" keluarga kami. Semakin hari setelah Sabrina mengenal berbagai jenis buku, kini Sabrina sudah memiliki pilihan sendiri akan bahan bacaannya. Alhamdulillah sejauh ini Sabrina selalu berbinar untuk bercerita banyak hal melalui buku. Mulai dari kisah dalam Al-Qur'an, cerita shahabat, fabel, buku ensiklopedia anak, buku tentang adab, dsb. Beberapa buku sengaja saya beli sebagai "investasi" untuk Sabrina kelak, setidaknya bisa dibaca di usia yang Sabrina mampu memahaminya, khususnya dari segi konten dan tata bahasanya. Buku semisal ensiklopedia selain karena bahasanya "berat" juga dari segi pilihan kata yang mungkin tidak familiar untuk anak balita....

Mendongeng tentang Ayah

Aktivitas akhir pekan biasanya menjadi momen bermain bersama ayah dan Sabrina. Meskipun setiap hari ayahnya Sabrina selalu meluangkan waktu bermain bersama, tetapi akhir pekan biasanya lebih istimewa. Karena tak sekedar bermain di rumah, tapi biasanya Sabrina diajak jalan-jalan. Tentu dengan intensitas waktu yang lebih lama dari hari kerja. Maka, akhir pekan selalu menjadi momen yang ditunggu Sabrina. Pekan ini ayahnya Sabrina harus ada kerjaan, jadi hari ini Sabrina hanya bermain-main seperti biasa di rumah bersama bunda. Berulang kali gadis kecil ini menanyakan tentang ayahnya. Memang pertanyaannya sangat standar, "Bun, kapan ayah pulang?", "Bun, ayah lagi kerja ya? cari uang ya?" celoteh Sabrina. Siang hari ini saat akan tidur siang Sabrina kembali menanyakan tentang ayahnya. Maka, ketika saya tawarkan kepada Sabrina untuk mendongeng, Sabrina menjawab ingin mendongeng tentang ayah. Dengan penuh antusias Sabrina menanti saya untuk menceritakan kisah ayahnya. S...

Dongeng tentang Ikan

Aktivitas mendongeng yang selama ini kami lakukan tak terbatas waktu dan tempat, meskipun seringkali mendongeng melalui media buku cerita dilakukan saat menjelang tidur siang atau tidur malam. Namun, dalam beberapa kesempatan, khususnya setelah saya menjalankan tantangan level 10 ini secara rutin, saya menemukan ide baru. Salah satunya yaitu menantang diri untuk mampu mendongeng secara spontan di mana pun dan kapanpun. Alhamdulillah ternyata saya menemukan "kunci" supaya mendongeng itu bisa tetap dinikmati bersama. Tak perlu lama, tak perlu ribet, dan yang penting tak perlu menyiapkan media. Yang dibutuhkan adalah ide untuk memanfaatkan momen yang kira-kira bisa menarik perhatian anak agar berbinar, mau mendengar, mau terlibat, bahkan akhirnya dia sendiri mau menikmati dan ikut berimajinasi. Seperti dongeng tentang hujan yang secara spontan muncul saat kami menyaksikan momen hujan, banyak pula momen dalam keseharian kami yang bisa menjadi sumber inspirasi dalam mendongeng...

Dongeng tentang Hujan (Bagian 2)

Setelah hari sebelumnya saya mendongeng kepada Sabrina tentang hujan, hari ini saya mendongeng tentang tema yang sama. Namun, ada hal yang berbeda dari dongeng kali ini, yaitu dongeng kali ini lebih banyak merefleksikan lebih dekat tentang aktivitas Sabrina ketika mengamati hujan. Kemarin, Sabrina saya ajak untuk berimajinasi membayangkan derasnya air hujan. Kebetulan saat saya mendongeng memang sedang turun hujan cukup deras. Namun, kami bercerita dari dalam rumah, sehingga imajinasi Sabrina lebih banyak bermain untuk membayangkan awan, hujan, petir, tanah dan tumbuh-tumbuhan. Hari ini Sabrina mendapat pengalaman seru, melihat hujan lebih dekat. Ketika kami sedang duduk di selasar masjid UI,tiba-tiba hujan turun dengan lebat, angin bertiup kencang, hingga air membasahi teras, sepatu, bahkan buku yang sedang kami baca. Seketika ekspresi Sabrina menjadi panik "Bun, hujannya besar, ada anginnya!". Tak lama mulutnya kembali berceloteh, ketika hujan hampir reda. Tandanya in...

Dongeng tentang Hujan

Beberapa hari terakhir cuaca di Depok selalu mendung. Bahkan beberapa kali sudah turun hujan di pagi hari menjelang siang. Akhirnya Sabrina juga lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah. Terbayang kan kondisi rumah seperti apa kalau anak seharian di rumah? wkwkwk...Namun, ada hal patut disyukuri dengan kondisi seperti ini, yaitu waktu saya untuk membersamai Sabrina lebih banyak, hampir seharian. Tantangan lain ketika anak seharian di rumah yaitu bagaimana mengusir rasa bosan pada anak. Nah, di sini dituntut kreativitas dari ibu dan anak itu sendiri. Alhamdulillah mendongeng selalu menjadi aktivitas pengusir rasa bosan bagi Sabrina. Resikonya yaitu buku cerita yang berserakan hampir di berbagai sudut rumah. Tantangan lain yaitu emaknya yang harus lebih bersabar ketika "ditodong" untuk mendongeng lebih sering😂. Maka di kala lelah dan ngantuk mulai datang, solusinya adalah mencoba bersabar dan menikmati momen-momen ini. Karena tak lama lagi justru anak balita kita yang...

Mendongeng Bersama Ayah

Aktivitas Sabrina beberapa minggu terakhir tidak terlepas dari berinteraksi dengan buku. Alasannya karena bundanya masih belum cukup tenaga untuk banyak melakukan aktivitas berlarian dan lompat-lompat. Maka, saat ayahnya ada di rumah atau saat akhir pekan, Sabrina benar-benar menikmati momen bersama ayahnya. Sabrina yang selama ini saya observasi memang cenderung belajar secara audio visual. Maka, aktivitas bernyanyi, bercerita, membaca buku menjadi beberapa aktivitas yang bisa membuatnya duduk anteng, menyimak dengan penuh konsentrasi, dan tentunya membuat Sabrina berbinar penuh suka cita. Beberapa hari terakhir saya merasa terharu, meskipun terselip rasa bersalah, karena tidak bisa membersamai Sabrina untuk melakukan aktivitas yang lebih bervariatif. Kondisi saya yang belum bisa banyak beraktivitas fisik membuat Sabrina juga "berempati". Bahkan seringkali Sabrina menyesuaikan ritme aktivitasnya dengan aktivitas saya. Namun, kreativitas anak justru sangat luar biasa. Di ...

"Mengusir Si Kuman Gigi!!"

Pengalaman membersamai Sabrina dalam mendongeng ternyata selalu menyisakan kesan yang berbeda setiap harinya, termasuk di dalamnya yaitu paket pembelajaran untuk bundanya. Maka, ketika saya menuangkan semua proses itu dalam tulisan, seringkali saya menyebutnya sebagai #jurnalpembelajaran. Iya, pada hakikatnya saat Sabrina sedang belajar, maka di situlah saya sebagai bundanya sedang belajar juga. Hari ini saya berencana akan membawa Sabrina kontrol ke dokter gigi anak. Setelah beberapa kali sebelumnya kunjungan ke dokter gigi anak masih diiringi oleh drama tangisan, maka saya berusaha mencari cara bagaimana supaya Sabrina tidak merasa trauma ke dokter gigi. Nah, salah satunya yaitu melalui dongeng. Alhamdulillah sudah ada beberapa koleksi buku di rumah yang bercerita tentang tema pergi ke dokter gigi. Cerita yang paling berkesan yaitu tentang tokoh Cican yang berhasil mengalahkan rasa takutnya ke dokter gigi. Akhirnya saya mencoba untuk berimprovisasi dalam menyampaikan pesan ini ke...

Mendongeng dan Imajinasi

Berbicara tentang aktivitas mendongeng, ternyata setelah saya lakukan secara rutin, banyak manfaat yang saya rasakan. Satu hal yang menjadi pembelajaran bagi saya pribadi yaitu saya bisa mendapatkan gambaran bahwa mendongeng itu adalah sebuah media pembelajaran tentang kehidupan. Dahulu saya sering bertanya-tanya apa yang menjadi alasan dari orangtua saya rajin mendongeng untuk anak dan cucunya? Dengan melakukan aktivitas mendongeng bersama Sabrina, akhirnya saya bisa menemukan jawaban itu. Mendongeng adalah sebuah cara untuk mendekatkan anak dan orangtua. Mendongeng adalah sebuah upaya untuk menstimulasi kreativitas dan memberikan ruang imajinasi bagi anak. Hal yang saya amati beberapa hari terakhir yaitu bagaimana Sabrina yang sering melakukan "self talk" saat bermain sendiri. Sesekali saya mengamati dari kejauhan sambil mendengarkan setiap celoteh dari mulutnya. Ternyata melalui aktivitas mendongeng Sabrina bisa berimprovisasi banyak hal dalam mengekspresikan sesuatu y...

Jangan Bosan untuk Mendongeng

Menjalani aktivitas mendongeng alhamdulillah bisa menjadi sarana bagi saya sebagai orangtua untuk berkomunikasi dengan Sabrina akan banyak hal, salan satunya yaitu tentang adab. Orangtua sering "mati gaya" ketika harus mengkomunikasikan hal tersebut kepada anak balita. Tantangannya adalah tentang bagaimana agar hal tersebut dapat dipahami secara mudah oleh anak. Sejak saya membiasakan untuk mendongeng bersama Sabrina, alhamdulillah saya merasakan banyak hal positif dalamnya. Salah satunya yaitu bisa mebantu saya menjelaskan tentang konsep adab dengan bahasa dan analogi yang mudah dipahami Sabrina dan tentunya dengan cara yang menyenangkan. Kini Sabrina sudah bisa mengamati situasi yang ada di sekitarnya, termasuk mengidentifikasi berbagai tingkah laku orang di sekitarnya. Entah saat bermain, saat di perjalanan ataupun saat berbelanja, Sabrina selalu mencoba menyerap berbagai informasi di dalamnya. Baik itu cara orang berkomunikasi, pilihan bahasa, hingga ekspresi orang te...

Mengelola Emosi Anak Melalui Dongeng

Tantangan menjadi seorang ibu yang mendampingi tumbuh kembang anak balita salah satunya adalah bagaimana menyampaikan suatu "nilai" dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Seringkali anak menjadi tantrum ketika apa yang ingin disampaikannya tidak dipahami oleh orangtuanya. Salah satu faktornya yaitu kosakata dalam berkomunikasi yang masih minim dimiliki oleh anak. Maka wajar jika akhirnya anak lebih banyak mengekpresikan sesuatu dengan berteriak atau tangisan. Sabrina tentu pernah melewati fase itu dalam tumbuh kembangnya. Khususnya saat usia kisaran 2-3 tahun. Alhamdulillah di usia yang kini sudah 3.5 tahun tantrum sudah jarang terjadi. Setelah saya amati ternyata peningkatan komunikasi Sabrina dalam menyampaikan suatu pesan sudah semakin berkembang, sehingga kami sebagai orangtua mampu untuk memahami pesan yang disampaikan secara verbal oleh Sabrina. Begitupun sebaliknya, pesan yang ingin kami sampaikan juga lebih "mudah" dipahami Sabrina. Pemahaman ...

Mendongeng Bersama

Aktivitas menjelang tidur selalu menjadi momen yang kini ditunggu Sabrina. Membaca buku cerita, mendengarkan ayah bundanya mendongeng ataupun sekedar berceloteh sendiri adalah rutinitas Sabrina menjelang tidur. Hampir setiap hari saya menyaksikan buku berserakan di atas kasur. Pemandangan yang mungkin akan selalu saya rindukan beberapa tahun mendatang. Malam ini setelah saya membacakan beberapa buku cerita pilihan Sabrina, ternyata tak membuat Sabrina ngantuk juga. Nampaknya tangan mungilnya masih aktif bereksplorasi. Sesekali membuka buku cerita yang sudah dibacakan sambil berceloteh sendiri. Ketika saya mulai mengantuk, Sabrina malah menarik perhatian saya dengan bernyanyi sambil berusaha mengajak saya untuk ikut menggerakkan jari jemari. Mungkin harapannya supaya saya ikut menikmati irama lagu yang coba dinyanyikannya. "Bunda, gini tangannya!" begitulah kira-kira intruksi seorang anak balita yang berusaha mencontohkan kepada bundanya untuk mengikuti gerakannya. Tak ...

Tiada Hari Tanpa Mendongeng

Alhamdulillah tak terasa sudah masuk tantangan level 10 di kelas bunsay. Akhirnya sampai juga dengan tema yang saya suka yaitu mendongeng. Ya, mungkin kesannya jadi kurang "menantang". Padahal justu karena sudah suka, maka rasanya jadi lebih tertantang terutama untuk membersamai Sabrina dalam mendongeng. Nah, yang lebih utama lagi sebenarnya adalah proses untuk meng-upgrade diri bagi saya pribadi dalam dunia mendongeng ini. Penyampaian materi dari fasil, cemilan hari rabu dan diskusi di kelas bunsay setidaknya sudah memberikan sedikit gambaran bahwa ilmu dalam mendongeng itu begitu luas. Bahkan, ternyata banyak teknik yang bisa dipelajari dan dipraktikan oleh para ibu supaya mendongeng bersama anak di rumah menjadi lebih menyenangkan. Nah, itu sebagai catatan khusus bagi saya pribadi, yaitu mau mengeksplorasi, berimprovisasi dan mempelajari teknik mendongeng. Meskipun tentu yang paling utama adalah menjalaninya dengan senang dan sepenuh hati. Sabrina kini sudah berada ...